Rally ini diikuti oleh banyak elemen organisasi di London dan sekitarnya, beberapa yang tertangkap oleh kamera gw seperti CAFOD, Christian Aid, Action Aid, Water Aid dan Save the Children. Awalnya semua peserta rally berkumpul di Archbishops Park,dimana ada beberapa tenda dari masing masing organ peserta rally yang menyiapkan perlengkapan rallynya seperti membuat bubbles, mengumpulkan bubbles yang ditulis dari penjuru dunia, membuat terompet dari bambu, mengumpulkan cap tangan dan pesan, melukis, dll. Mereka sangat kreatif dalam mengemas pesan dari berbagai interest dan perspektif.
Kira-kira pukul 13.30 waktu london, peserta rally yang sudah berkumpul di Archbishops Park mulai berjalan menuju River Thames, between Westminster and Lambeth Bridges. Wow… ramai sekali dan menurut panitia, ada sekitar 10.000 orang yang terlibat dalam rally ini. Di salah satu tepi sungai thames itu ada teman-teman Africa yang melakukan pertunjukkan musik tradisionalnya sambil membagi-bagikan flyer (pesan mereka). Dan tepat pada pukul 14.00 ada boat dari bawah Westminster Bridge dengan banner besar yang bertuliskan “Your Voices Against Poverty” dan “The World Can’t Wait” dan bersamaan dengan munculnya boat tersebut, peserta rally mulai membunyikan peluit, terompet, alarm clock, gendang, dll yang menjadi puncak rally pada hari itu, dimana peserta harus membuat as much noise as possible to sound the alarm to the Prime Minister: The World Can’t Wait. Sambil berputar-putar di depan Bigben dan parliament building, dari boat tersebut terdengar bunyi gendang tradisional yang ternyata juga ada teman-teman Africa yang memainkannya. Atraksi membuat noise pertama itu berlangsung kira-kira 15 menit kemudian sempat diadakan jeda (silence) sejenak kira-kira 5 menit kemudian dimulai kembali bunyi-bunyian selama 20 menit. Kira-kira pukul 14.45 beberapa peserta rally sudah mulai meninggalkan tempat rally, sebagian ada yang menuju Emmanuel Centre, tempat rangkaian diskusi diselenggarakan dari pagi hari.
Pada saat rally itu, gw sempat lihat Annie Lennox, Midge Ure.
Kesan gw dengan rally ini adalah mereka serius dalam mengerjakan setiap detail rangkaian acara (diskusi, rally) dan yang pasti kreativitas yang tidak diragukan. Sebagaian besar peserta rally yang berhasil gw tanya-tanya, menurut mereka alasan untuk bergabung di rally tersebut intinya adalah karena mereka merasa suara mereka akan memberikan arti untuk orang lain. Ada komentar yang menarik dari anak muda yang gw ingat: “Siapalagi kalo bukan gw”. Artinya kesadaran akan isu bukanlah masalah lagi di rally tersebut (ini bukan hasil generalisasi lohhh).Lalu mengenai liputan media, gw pada saat itu melihat cuma 2 media elektronik (TV) yang meliput, yang banyak gw lihat wartawan foto (media cetak). Entah apa karena gw tidak melihat lainnya itu.
Bagaimana kalau di Indonesia yah...????
 | |  | | make your own bubbles.jpg | |  | |  |
 | |  | | me in front of parliament.jpg | |  | |  |
|